Rabu, 06 April 2011

kuliner khas kuningan,Jawa Barat

Jawa Barat, VOI Fitur-Berkunjung ke Kuningan, Jawa Barat, ada beberapa makanan khas yang patut Anda coba. Satu diantaranya yakni Rujak Kangkung. Sekilas, hidangan ini tidak berbeda dengan rujak pada umumnya, terdiri dari campuran sayuran dan bumbu yang bewarna hitam. Namun keistimewaan Rujak Kangkung akan dapat Anda temukan, setelah mencoba untuk menikmatinya. Di Kuningan, harga satu porsi Rujak Kangkung hanya berkisar dua ribu rupiah saja. Sesuai dengan namanya, hidangan ini hanya terdiri dari bumbu Rujak yang bewarna kehitaman dan sayur kangkung rebus. Proses penyajiannya-pun cukup sederhana. Kangkung rebus setengah matang dihidangkan di atas piring kemudian disiram dengan bumbu rujak. Bumbu rujak terbuat dari kacang goreng yang telah dihaluskan bersama dengan garam, terasi, petis, bawang putih, serta sedikit kecap manis. Terasi ataupun Petis terbuat dari udang ataupun ikan olahan. Bedanya, terasi umumnya berbentuk padat. Sementara petis berupa cairan kental. Dalam membuat rujak, petis dan terasi menjadi bahan yang wajib untuk disertakan ke dalam bumbu. Campuran kecap manis, terasi serta petis itulah yang membuat warna bumbu rujak terlihat kehitaman. Biasanya, pedagang rujak kangkung telah menyiapkan bumbu rujak sebelumnya. Itulah mengapa, hidangan ini akan cepat terhidang sesaat setelah Anda memesannya.

Rasa pedas dan aroma terasi dinilai mampu membuat sensasi tersendiri bagi penggemar Rujak Kangkung. Biasanya, rujak kangkung tidak terhidang sendiri di atas meja. Penggemar rujak kangkung seringkali menikmatinya bersama dengan aneka jenis gorengan yang telah tersedia, seperti tempe tepung goreng kering ataupun bakwan goreng.

Selain Rujak Kangkung, daerah Kuningan, Jawa Barat masih memiliki hidangan khas lainnya. Namanya, Nasi Kangsreng. Di Kuningan, Nasi Kangsreng merupakan hidangan khas desa Luragung Landeuh, kecamatan Luragung. Meskipun tidak ada kepastian data siapa pencetusnya, Nasi Kangsreng telah memiliki banyak peminat sejak dulu. Bahkan kini, hidangan khas desa Luragung ini telah mampu menarik minat pembeli dari luar desa Luragung.

Cukup dengan membayar seribu lima ratus rupiah, Anda telah memperoleh seporsi Nasi Kangsreng. Ciri khas hidangan ini yakni nasi putih bercampur rebon atau udang kecil goreng. Selain rebon, juga ada kacang panjang dan tauge rebus. Tak ketinggalan, sambal yang terasa pedas namun relatif sedikit manis juga menjadi pelengkap hidangan. Ada yang mengatakan, Nasi Kangsreng mirip Nasi Lengko, salah satu makanan khas Sunda. Bedanya, di dalam seporsi Nasi Kangsreng tidak ada potongan tahu ataupun tempe goreng, layaknya penyajian Nasi Lengko pada umumnya. Lauk utama Nasi Kangsreng hanyalah rebon.
Penyajian Rujak Kangkung ataupun Nasi Kangsreng memang terlihat sederhana. Harganya-pun relatif murah. Namun untuk kenikmatan rasanya, Anda patut mencobanya sendiri.